Gak Berbakat Berbicara BUKAN Berarti Gak Bisa Berkomunikasi

Yang merasa insecure dalam hal berbicara menyampaikan sesuatu, yuk merapat dan satukan tekad!

Gak Berbakat Berbicara BUKAN Berarti Gak Bisa Berkomunikasi

 

Sering kali kita mengartikan komunikasi hanya sebatas berbicara saja dan kebanyakan kita menyalahkan diri sendiri dengan stigma “gak berbakat berbicara” sehingga hal ini menjadi masalah tersendiri bagi kita ketika ingin berkomunikasi, alhasil kita cenderung menjelma menjadi sosok yang diam, acuh tak acuh dalam memberikan pendapat atau saran di waktu yang sangat diperlukan hingga menjadi sebuah karakter gak pede atau sebutannya di zaman sekarang itu “insecure”. Jika beberapa hal diatas di rasa sudah tertanam di diri kita, maka bukan tidak mungkin lagi masalah akan sering timbul di kehidupan kita sehari-hari.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai hal tersebut, perlu diketahui menurut Berelson dan Stainer menyebutkan bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka, dan lain-lain. Dari pengertian di atas dapat di pahami bahwa komunikasi tak hanya sebatas berbicara secara verbal melainkan juga bisa menggunakan simbol-simbol tertentu seperti isyarat. Mereka dengan keterbatasan dalam berbicara/mendengar tetap bisa berkomunikasi dengan cara mereka sendiri (bisindo, sibi, dll) begitu pula dengan kita yang bisa berbicara secara verbal. Intinya kita dan lawan bicara ataupun lawan interaksi sama-sama memahami apa yang sedang di bahas.

Kemudian kembali lagi kita membahas soal insecure dalam berbicara baik berbicara secara privat maupun publik. Jika di antara kita masih malu dalam berbicara kepada khalayak ramai, maka kita dapat memulainya dengan membenahi cara berbicara yang baik secara mandiri bisa dengan menanamkan sugesti positif ke diri sendiri bahwa “aku bisa dan aku punya pengaruh”, memastikan informasi yang akan kita sampaikan bersifat nyata dan apa adanya serta bergaul dengan orang-orang yang memiliki aura positif karena mereka dapat memberikan motivasi, dukungan hingga kritik yang membangun kepercayaan diri kita saat berbicara ke publik.

Namun, pada beberapa kasus, tips-tips diatas tidak terlaksana dengan baik sehingga tidak ada peningkatan rasa percaya diri dalam berbicara ke publik. Untuk mengatasi hal itu, ada satu tips yang bisa dilakukan yaitu menulis rangkaian kata yang ingin di sampaikan ke publik melalui media sosial. Saat ini pengguna media sosial semakin bertambah dan akan terus bertambah, hal ini memungkinkan adanya penyebaran informasi secara meluas dan dari sumber yang beraneka ragam. Informasi yang faktual hingga hoaks juga banyak tersebar di sekitar kita sehingga kita sulit membedakan di antara keduanya. Belum lagi jika kita menganalisis banyaknya berita hoaks yang beredar dapat menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak yang lain tentunya jiwa kepedulian dan hati nurani ikut terpanggil untuk memberantas berita hoaks tersebut. Nah, hal ini dapat kita manfaatkan sebagai ladang amal bagi kita yang mengetahui informasi yang benar dan masih peduli dengan lingkungan tetapi tidak berani menyampaikannya kepada publik. Solusinya adalah menyalurkannya melalui tulisan di artikel, membuat blog pribadi yang bermanfaat, mengirim tulisan ke tim redaksi dan lain sebagainya.

Pasti banyak yang bertanya kenapa kita diharuskan untuk bersuara atau berbicara atau berkomunikasi ke sesama dan lingkungan kita?! Jawabannya adalah karena komunikasi itu sangat penting. Dengan berkomunikasi kita bisa memberikan pandangan, menyelesaikan masalah, mendapatkan solusi, merekatkan hubungan, memotivasi sesama, memberikan pengetahuan yang relevan dan menjadi amal jariyah kita. Berikut sajak yang saya buat mengenai komunikasi.

Komunikasi, dia tak hanya memberikan solusi.

Tapi juga mampu membangunkan mimpi.

Dia tak sulit untuk diandalkan asal serius dalam menjalankan.

Dia tak memiliki perasaan tapi kita punya kepentingan.

Dia akan menjadi sahabat jika kita mampu menjabat erat.

Dia banyak diimpikan tapi tak semua mau memperjuangkan.

Komunikasi, dia dapat merenggangkan silatuhrami.

Dan juga dapat memperberat harapan di hati.

Memang tak ada yang abadi, tapi hubungan karena komunikasi akan terus lestari.

 

Terimakasih, semoga bermanfaat.

 

“Kita tak pernah tau dari kata atau tulisan yang mana dapat menginspirasi orang lain”