Gagal karena Kelas Menulis

Gagal karena Kelas Menulis

Kipas angin menderu kencang mencoba menghembuskan sedikit angin surga ke dalam kamar kosan yang sempit dan panas.

Aku sudah dua jam duduk di kursi kayu yang keras ini menanti datangnya ide. Tapi apa daya, ide tiada tepos yang ada. 

Laptop di atas meja terus mendengung dan terasa panas akibat terus bekerja ditambah dengan suhu ruangan yang panas. Kursor di layar berkedip tak sabar menanti aku menuangkan isi kepala menjadi rangkaian kata. 

Hmm, this is not gonna work, pikirku. Lebih baik mandi biar pikiran segar. Akhirnya aku ambil HANDUK yang ku gantung di sandaran kursi.

Tring! Bunyi notifikasi chat di hape. Langkahku terhenti. Handuk ku letakkan sembarangan dan tangan langsung meraih hape yang tergeletak di kasur. Wah, ada puluhan notifikasi dari grup whatsapp kelas menulis. 

Jadilah sampai sekarang aku merebahkan diri di kasur sambil menyandarkan kaki di lemari menikmati topik malam ini.

Gagal mau mandi dan lupa ada tugas menanti.