Fangirling

cerita ini mengisahkan tentang cerita singkat perjalanan sekelompok perempuan dalam mengidolakan artis korea dari masa ke masa.

Fangirling

Fangirling

Five Star, dua kata yang jika diartikan kedalam bahasa indonesia adalah lima bintang. Five star memiliki arti yang sangat penting didalam hidup aku, yappp five star adalah nama group atau dizaman sekarang orang – orang menyebutnya dengan nama genk. Kami semua, Aquila, Azura, Aerilyn, Aluna dan aku sendiri Alanza adalah lima sahabat yang bertemu dikarenakan mempunyai hobi dan kesukaan yang sama yaitu sama – sama menyukai K-POP. Kami bertemu ketika mengahadiri festival k-pop di Jakarta, kebetulan aku, Aquila, dan Azura memang sudah berteman sejak lama berbeda dengan Aerilyn dan Aluna yang dipertemukan ketika menghadiri acara tersebut.

Kami bertemu disebuah lobby gedung untuk menunggu acara yang akan dimulai, disana kami mulai berekenalan. Mulai dari Azura yang mengeluarkan jurus SKSD-nya yang memang sangat berguna ketika diwaktu – waktu tertentu, seperti saat itu dimana kita harus berkenalan dengan orang lain agar tidak merasa ditempat yang asing dan juga bisa bertanya mengenai informasi acara yang sedang berlangsung.

“Hai” Azura menyapa Aluna yang sedang duduk disamping dia dan juga sedang memegang poster Nichkhun member group 2PM yang disukai Azura.

“Oh hai” Aluna balas menyapa.

“Suka Nichkhun oppa juga ya?” Oppa berarti kakak. Dalam bahasa Korea, oppa atau 오빠 artinya kakak. Panggilan oppa ini diberikan oleh perempuan yang lebih muda kepada laki-laki yang lebih tua.

“Iya, kamu juga?” balas Aluna dengan intonasi bicara yang sangat gembira.

“hehe iya sama aku juga, aku tuh suka banget sama khunppa (singkatan dari Nichkhun Oppa)” dijawab kembali oleh Azura dengan intonasi yang tidak kalah gembira karena bisa bertemu dengan teman yang sama-sama suka Nichkhun dikehidupan nyata. Fyi, aku, Aquila dan Aluna memang sama – sama menyukai group 2PM tapi bias (digunakan untuk merujuk satu individu seperti aktor / idol favorit)  kami berbeda, bias aku Taecyeon dan Aquila memilih Jun. K sebagai biasnya.

Dimulai dari SKSD-nya Azura kepada Aluna dari situlah kami mulai membicarakan semua hal tentang 2PM dan K-POP dan tak terasa acara festival K-POP yang membuat kami semua menjadi sahabat sampai sekarang telah selesai. Hal yang membuat kami semua takjub yaitu, ketika ingin pulang aku bertanya pada Aerilyn.

“Lyn kamu sama Aluna pulang kemana?” tanyaku

“Kita ke Bogor, kalian semua kemana?” jawab Aerilyn

Aku, Azura dan Aquila saling melihat satu sama lain.

“Wahhhh ternyata kita sama-sama dari Bogor” jawab Aquila.

“Lohh ternyata kalian dari Bogor juga” Aerilyn pun menjawab dengan kaget.

“iyaa Lyn, ya udah kita pulang bareng yuk” jawabku.

“Come on, kajja! Jawab aluna dengan kata ganti ayo dalam bahasa korea.

Kami semua tidak menyangka bahwa ternyata kami dari daerah yang sama, yaitu Bogor dan hal tersebut memudahkan kami untuk saling bertemu walau wilayah kami semua tidak saling berdekatan tetapi masih sama –sama dari Bogor.

Cerita diatas merupakan awal bagaimana persahabatan kami ada dan masih terjaga hingga saat ini, walaupun saat ini kami semua harus saling terpisahkan oleh jarak dikarenakan kesibukan masing-masing untuk menimba ilmu. Aku, Aluna dan Aquila  berkuliah di Yogyakarta, Azura di Bandung sedangkan Aerilyn harus keluar negeri mengikuti orang tuanya yang harus berpindah tugas ke Sinagpore. Tetapi hal itu tidak menghentikan kami untuk saling berkomunikasi dan berhenti untuk bisa datang ke acara K-POP bersama.

Dimasa sekarang ini, teknologi sudah berkembang dengan sangat cepat. Kita bisa menonton suatu acara bersama-sama dari rumah yang diadakan secara online. Hal tersebut bisa membawa kami kemasa dimana kami semua bisa datang untuk menikmati penampilan para idola kami di atas panggung secara bersama-sama.  Berbeda dengan 5 atau 10 tahun yang lalu, saat itu jika ingin datang ke suatu acara kami harus menyiapkan waktu yang cukup lama untuk bisa hadir diacara tersebut, belum lagi biasanya terkendala jarak yang cukup jauh untuk bisa sampai ke tempat dimana acara tersebut diadakan.  

Tetapi sekarang kami bisa menyaksikan itu semua tanpa harus menghawatirkan jarak dan waktu untuk mencapai tempat acara itu diadakan, karena konser atau fanmeeting tersebut bisa dilaksanakan secara online yang artinya kita menyaksikan itu semua dari rumah. Bahkan saat ini, kami bisa saling berkomunikasi secara langsung dengan idol yang kita sukai. Tidak hanya itu, kami sebagai fans yang terpencar diseluruh dunia juga bisa saling berkomunikasi melalui chat group yang disediakan oleh BeLive.

BeLive adalah suatu layanan atau aplikasi yang memudahkan para fans diseluruh dunia untuk melihat sang idola dari kejauhan, dengan dilengkapai berbagai fitur menarik dan canggih seperti adanya teknologi AR yang yang bisa digunakan ketika konser sedang berlangsung dan juga masih banyak fitur – fitur menarik dari BeLive.

Aplikasi atau layanan tersebut bisa didapatkan di App Store atau Play Store. Dengan mengunduh aplikasi tersebut kita bisa mendapatkan berbagai pengalaman baru yang sebelumnya tidak bisa kita rasakan ketika melihat idola secara langsung.