Desaku

Desaku
Dokumen Pribadi

 

Pagi ini kutelusuri jalanan lurus berbelok, lurus lagi berbelok lagi sedikit berliku namun tak membahayakan. Dua hari ini dan tiga hari sebelum dua hari itu. Untuk kesekian kalinya stay at school bergilir dari pukul 08.00-12.00. sampai pada hari ini dimana semua diwajibkan menggunakan masker.

Covid-19 ini sebagai perenungan. Perenungan istilah-istilah yang awalnya tidak familiar di telinga kita, kali ini menjadi sesuatu yang tak asing lagi dipendengaran tapi harus juga diimplementasikan. Sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah. Lockdown, Isolasi, Karantina, Fatwa haram mudik, wajib masker dll.

Bagi kami yang masih hidup di pedesaan, wifi atau sinyal yang kadang masih macet. Istilah-istilah itu masih menjadi gaung yang didengar saja, implementasinya??? Masih belum secara keseluruhan. Karena bagi kami yang jauh dari perkotaan dan hiruk pikuknya lalu-lalang orang dari berbagai daerah, menyikapi hal-hal itu sebagai kewaspadaan namun tetap belum bisa memahami sempurna istilah tersebut.

Karena kami yang masih di desa merasa harus hidup tenang nyaman dan menghindari kepanikan yang berlebih. Kita petani berangkat ke sawah pulang pun ke rumah, esok pagi pun begitu. Interaksi dengan beberapa orangpun masih dalam wilayah sendiri. Jadi sejauh ini kami yang di desa melakukan aktivitas seperti biasa hanya saja kita tetap waspada. Mengikuti anjuran pemerintah namun tetap memilah selama tak membatasi gerak kami.

Sekolah-sekolah home learning, tapi jama'ah masih tetap kami jalankan. Silaturrahim tetap namun seperlunya. Menggunakan masker? Iya bagi orang-orang yang mau bepergian pakai motor ke suatu tempat yang terhitung jaraknya jauh keluar kecamatan. Hajatan? Masih tapi meminimalisir saja yang penting tidak ramai-ramai seperti biasa, hanya seperlunya saja.

Bersyukur hidup di desa, oksigen masih melimpah, sejauh mata memandang bentangan tanah masih nyata di depan mata, bukan deretan bagunan kokoh yang kaku sehingga membuat orang yang melihat pun terasa tegang. Tapi kami masih dikelilingi hamparan tanah yang luas, berjejer sawah, ladang, pegunungan dan pohon-pohon yang masih gagah menjulang. Inilah obat kami hanya dengan lingkungan seperti ini, pikiran lebih fresh bekerja tetap semangat, kepanikan pun tak berlebihan.

Paculgowang, 07 April 2020