Cinta Terlarang Dua Cendekiawan

Cinta terlarang antara seorang guru dan muridnya terabadikan oleh goresan-goresan pena surat-surat cinta yang ditemukan sekitar seabad setelah kematian mereka. Surat-surat ini membeberkan kisah pilu skandal percintaan abad pertengahan Eropa yang berakibat pada pengebirian dan perpisahan hingga akhir hayat. Inilah kisah cinta pasangan Abelard dan Heloise yang menjadi simbol jalinan kasih romantis-erotis zaman itu.

Cinta Terlarang Dua Cendekiawan

 

… Kenikmatan sepasang kekasih yang pernah kami rasakan sungguh terlalu manis, rasa itu tidak akan pernah membuatku tak puas dan tidak pernah bisa kuenyahkan dari pikiran. Menoleh ke mana pun, bayangan itu selalu ada di hadapanku, membawa pada kerinduan dan khayalan yang tidak mengizinkanku untuk tertidur.

Itulah bunyi salah satu surat yang ditulis Heloise kepada suaminya, Peter Abelard, filsuf dan cendekiawan Perancis terkemuka abad ke-12 yang lahir pada 1079. Karena skandal cintanya dengan Heloise, ia kemudian menjalani hidup sebagai biarawan.

Kisah cinta Abelard dengan Heloise, perempuan terpelajar yang menjadi muridnya, dikenal sebagai tragedi cinta abad pertengahan. Bahkan kisah cinta ini menjadi legenda dalam sejarah Eropa. Mengapa disebut tragedi? Karena cinta kedua insan ini merupakan cinta terlarang. Setelah menjalin hubungan rahasia, keduanya menikah hanya beberapa bulan sebelum Heloise melahirkan anak mereka.

 

Abelard dan Heloise

 

Hal yang mungkin di luar dugaan pembaca kisah ini adalah bahwa Heloise yang sedang hamil dan mabuk cinta awalnya menolak untuk dinikahkan dengan Abelard oleh keluarganya. Ketaksudiannya untuk memasuki kehidupan perkawinan tampak jelas dalam suratnya kepada Abelard yang ia tulis dari biara.

 

Tuhan adalah saksi bahwasannya bilamana Augustus, sang kaisar seluruh dunia, menilai pantas untuk memberi saya kehormatan untuk menikahinya dan memberikan seluruh penghormatan kepada saya untuk selamanya, saya akan rasakan lebih indah dan lebih terhormat bukan untuk menjadi permaisurinya, melainkan untuk menjadi pelacurmu.

 

Namun, menghadapi tekanan dari keluarganya dan Abelard, akhirnya Heloise menikahi Abelard dalam sebuah pernikahan rahasia. Pernikahan ini dirahasiakan untuk menjaga reputasi Abelard sebagai cendekiawan terhormat dan terkenal. Tak lama setelah kelahiran anak mereka, Abelard sekali lagi meminta Heloise melakukan sesuatu yang tidak ia inginkan, yakni menjalani hidup di biara Argenteuil, sementara anak mereka, Astralabe, diasuh saudara perempuan Abelard.

Fulbert, paman Heloise yang telah membesarkan gadis itu, memandang permintaan Abelard itu sebagai cara halus untuk meninggalkan Heloise demi kariernya. Sebagai pembalasan terhadap Abelard yang telah mempermalukan keluarganya, Fulbert mengirim sekelompok orang bayaran untuk memastikan agar Abelard tidak akan bisa mengganggu keponakannya selamanya. Hal ini ia lakukan bukan dengan cara memerintahkan orang-orang tersebut untuk menghabisi Abelard, tetapi untuk membius dan mengebirinya! Kejadian inilah yang membuat kisah Heloise and Abelard menjadi begitu melegenda, ditambah lagi dengan ditemukannya surat-surat cinta yang ditulis setelah mereka hidup di biara dan berpisah selamanya. Surat-surat ini tak habis-habisnya menjadi bahan kajian para sejarawan hingga kini.

Siapakah Heloise, perempuan yang telah menakhlukkan hati sang filsuf? Asal usul keluarga Heloise masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan. Heloise yang lahir antara 1090 dan 1100 merupakan anak dari Hersindis of Champagne, seorang kepala biara perempuan, sedangan bapak kandung Heloise tidak diketahui. Pamannya, Fulbert, seorang gerejawan, menjadi wali Heloise. Pada masa perempuan belum memperoleh pendidikan, Heloise remaja dikenal sebagai perempuan terpelajar yang menguasai bahasa Latin, Yunani, dan Ibrani. Dalam surat-suratnya kepada Abelard ia sering mengutip para penyair dan penulis Latin serta pendapat para filsuf klasik.

 

Gambar rekaan terhadap Heloise

 

Karena ingin meningkatkan pengetahuan dan bakat yang dimiliki keponakannya, Fulbert meminta Abelard, yang memiliki murid dari berbagai penjuru Eropa, untuk menjadi guru Heloise. Hubungan guru-murid ini tak lama berubah menjadi hubungan sepasang kekasih.

Karena skandal hubungan mereka, terutama setelah apa yang dilakukan Fulbert kepada Abelard, keduanya mengabdikan hidup kepada agama dan hidup terpisah di biara masing-masing serta berkomunikasi hanya melalui surat. Meskipun demikian, Abelard berhasil mempertahankan reputasinya sebagai filsuf dan cendekiawan terhormat dan memiliki banyak pengikut.

Ketika Heloise dan biarawatinya terpaksa pindah dari biara Argenteuil, dengan dukungan Abelard, Heloise mendirikan biara baru untuk perempuan di tanah milik Abelard yang telah lama ditinggalkan. Selama 30 tahun lebih Heloise mengabdi sebagai kepala biara tersebut dan mengembangkannya hingga menjadi biara besar dan terkemuka. Namun, ia menyatakan bahwa ia lakukan semua itu bukan demi cintanya kepada Tuhan, tetapi demi cintanya kepada Abelard. Di biara ini Heloise menyimpan cintanya dan memendam rindunya terhadap Abelard hingga akhir hayatnya.

 

Makam Abelard dan Heloise di Père-Lachaise

 

Tak mengherankan jika Heloise cenderung diingat hanya dalam hubungannya dengan Abelard dan dalam konteks kontroversi tentang keautentikan surat-surat cinta buah penanya. Sayang sekali, kepiawaian Heloise memimpin dan mengembangkan biara dari nol serta kecerdasannya sebagai cendekiawan dan penulis perempuan abad pertengahan tenggelam akibat kisah tragedi cintanya dengan Abelard.

Abelard meninggal pada 1142 di biara Saint Marcel, setelah sempat berpindah-pindah karena tuduhan bidaah atas beberapa ajarannya yang dianggap sekuler. Salah satu teman dan pendukung Abelard mengirim jenazahnya kepada Heloise untuk dimakamkan di Paraclete, seraya berkata: “Saya akan mengembalikannya kepada Heloise.”

Ketika Heloise meninggal 22 tahun kemudian, setelah sekian lama dipisahkan dalam hidup, ia dan Abelard akhirnya bersatu dalam kematian. Mereka disatukan selamanya dalam sebuah makam di tanah biara Paraclete, sesuai permintaan Heloise. Menurut legenda, ketika pada Mei 1164 jenazah Heloise hendak dimasukkan ke dalam makam Abelard, sang suami mengangkat kedua lengannya untuk merangkul dan menerima kembali istri tercintanya.

 

Peristirahatan terakhir Heloise dan Abelard di pemakaman Père Lachaise, Paris, 1901 (Eugène Atget)

 

Makam mereka kemudian beberapa kali dipindahkan, pertama ketika Revolusi Perancis. Pada 1804 Josephine, istri Napoleon, yang begitu terharu oleh kisah cinta Abelard dan Heloise memerintahkan agar makam mereka dipindahkan ke Elysee, Paris. Pemakaman Père-Lachaise berhiaskan patung Abelard dan Heloise menjadi tempat peristirahatan terakhir kedua kekasih tersebut sejak 1817, sementara tak banyak yang diketahui tentang anak laki-laki semata wayang mereka, Astralabe.

Nama Abelard dan Heloise dapat ditemukan dalam nyanyian ataupun buku-buku yang ditulis beberapa abad setelah kematian mereka. Surat-surat cinta mereka kini telah menjadi kajian buku maupun penelitian akademik. Berbagai syair, drama, karya fiksi, naskah film, dan lagu telah ditulis berdasarkan kisah cinta yang melegenda itu. Hubungan Heloise dan Abelard sebagai skandal cinta terhebat abad pertengahan telah sekaligus menjadi simbol jalinan kasih romantis-erotis zaman itu.

 

Catatan: kutipan dari surat-surat Heloise merupakan terjemahan bebas penulis dari bahasa Inggris.

 

Sumber  

Cook, Brenda M. (2000) 'The Birth of Heloise: New Light on an Old Mystery' Medievalists.net. https://www.medievalists.net/2013/03/the-birth-of-heloise-new-light-on-an-old-mystery/ [Diakses 9 Juni 2020].      

Kelso, Carl J., (1988) ‘The Heloise of History.’ Master of Arts, (Medieval History) thesis. https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc500738/m2/1/high_res_d/1002775159-Kelso.pdf [Diakses 9 Juni 2020].

McNamer, Elizabeth Mary (1990) ‘A Case Study of the Education of Heloise.’  Doctoral thesis. Montana State University. https://scholarworks.montana.edu/xmlui/bitstream/handle/1/6776/31762100719606.pdf?sequence=1&isAllowed=y [Diakses 9 Juni 2020].

Nehring, Cristina (2005) ‘Heloise & Abelard: Love Hurts.’ Nytimes. http://www.nytimes.com/2005/02/13/books/review/heloise-abelard-love-hurts.html [Diakses 21 Juni 2020].

New World Encyclopedia (2020) Heloise. https://www.newworldencyclopedia.org/entry/Heloise [Diakses 21 Juni 2020].

Wikipedia                                                              

 

Sumber Gambar

Gambar utama: medievalscript.com

Gambar 1: Pinterest

Gambar 2: Pinterest

Gambar 3: Wikimedia.org

Gambar 4: blog.europeana.eu