Bulan untuk Perempuan

Dunia baru saja memperingati Hari Perempuan Internasional pada tanggal 8 Maret lalu. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, peringatan ini berlanjut hingga satu bulan penuh sebagai ajang untuk menggugah pemerintah dan membangkitkan kesadaran masyarakat. Adanya sebuah hari internasional untuk perempuan yang mengacu pada sejarah 8 Maret pada mulanya menuai tanggapan pro dan kontra dari berbagai negara. Indonesia bahkan pernah menghentikan tradisi merayakan Hari Perempuan Internasional. Melalui tulisan ini, kita kembali sejenak ke masa lalu untuk menangkap kontroversi yang melatarbelakangi Hari Perempuan Internasional serta melihat relevansi hari dan bulan perempuan untuk masa kini.

Bulan untuk Perempuan
Hari Perempuan Internasional di Bangladesh

 

Di berbagai negara, Maret adalah “Bulan Sejarah Perempuan” yang ditandai dengan peringatan Hari Perempuan Internasional, atau yang juga disebut Hari Perempuan Sedunia, pada tanggal 8. Dalam bulan Maret, negara-negara tersebut memberi penghargaan pada perjuangan dan pencapaian perempuan serta sumbangsih perempuan untuk negara.

Selain itu, masyarakat diajak untuk mendukung dan berkontribusi pada upaya perbaikan kondisi kehidupan perempuan. Contohnya, untuk bulan perempuan tahun ini, banyak negara berfokus pada dampak pandemi COVID-19 pada perempuan. Penelitian menunjukkan bahwa pandemi yang mengharuskan keluarga tetap di rumah menyebabkan peningkatan angka kekerasan dalam rumah tangga yang dialami perempuan secara global. Selain itu, diperkirakan perempuan di banyak negara akan jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem karena mereka bekerja pada sektor-sektor ekonomi yang mengalami dampak terbesar akibat pandemi. Upaya-upaya untuk mengeluarkan perempuan dari kondisi hidup tidak layak tentunya akan berdampak pada perbaikan kehidupan masyarakat secara umum.

 

Google doodle untuk Hari Perempuan Internasional 2021

 

Meski memiliki tujuan yang baik, tetapi karena paham politik yang berbeda, Hari Perempuan Internasional pada awalnya tidak diperingati oleh banyak negara seperti saat ini. Sang penggagasnya pun adalah tokoh kontroversial yang wafat dalam pengasingan. Namun, peninggalannya, Hari Perempuan Internasional, terus membangktikan kesadaran generasi-generasi selanjutnya. Siapkah dia?

 

Clara merupakan sosok kontroversial, ia bukanlah tokoh yang disukai oleh semua kalangan. Di Jerman sendiri, ia sangat dikecam oleh Kaisar Wilhelm II (1888–1918), hingga sang kaisar menjulukinya sebagai “penyihir perempuan paling berbahaya”.

 

Mengenal Ibu Hari Perempuan Internasional

Lahir pada 5 Juli 1857, Clara Zetkin adalah seorang tokoh politik perempuan asal Jerman yang dikenal sebagai ibu Hari Perempuan Internasional. Clara merupakan sosok kontroversial, ia bukanlah tokoh yang disukai oleh semua kalangan. Di Jerman sendiri, ia sangat dikecam oleh Kaisar Wilhelm II (1888–1918), hingga sang kaisar menjulukinya sebagai “penyihir perempuan paling berbahaya”.

Pada sisi lain, Clara yang membela hak pekerja dan melawan fasisme, sangat dihormati oleh banyak pihak di Jerman maupun negara-negara lain. Di Jerman hingga sekarang masih dapat ditemui monumen-monumen yang mengenang perjuangannya. Bagi Bapak Proklamasi Indonesia, Sukarno, Clara Zetkin adalah “Ibu Besar Revolusi”.

 

Clara Zetkin (kiri) dan Rosa Luxemburg (1910)

 

Clara, bersama aktivis Rosa Luxemburg, merupakan dua sekawan yang menjadi tokoh penting gerakan perempuan sosialis abad ke-20. Pada Kongres Internasional Kedua partai sosialis, tahun 1910, Clara mendorong sebuah inisiatif untuk meresmikan sebuah hari internasional untuk perempuan. Gagasan ini muncul sebagai penghargaan terhadap perjuangan buruh perempuan dalam aksi mogok di kota New York pada 1857 dan 1908. Pada aksi 1908, 15 ribu buruh perempuan di New York turun ke jalan menuntut jam kerja yang lebih pendek, upah yang layak, dan hak pilih. Oleh karena itu, awalnya Hari Perempuan Internasional juga disebut Hari Pekerja Perempuan Internasional.

Peringatan Hari Perempuan Internasional pertama terwujud pada 19 Maret 1911 di Jerman, Austria, Denmark, dan Swiss. Kemudian negara-negara lain pada tahun-tahun berikutnya memperingati hari tersebut pada tanggal yang berbeda-beda. Mungkin aksi 1857 atau unjuk rasa perempuan Rusia “bread and peace” dalam rangkaian aksi masyarakat Rusia pada 8 Maret 1917 yang akhirnya menjatuhkan raja Rusia, menjadi dasar penetapan tanggal 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional.

 

Monumen Clara Zetkin dan Rosa Luxemburg di Jerman

 

Sejarah Hari Perempuan Internasional yang tidak dapat dilepaskan dari pejuangan gerakan sosialis membuat keberadaan hari tersebut kurang diterima oleh negara-negara dengan sistem kapitalis. Karena sikap-sikap pro dan kontra, hari yang jatuh pada 8 Maret ini baru diresmikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1975, meski sudah banyak negara yang memperingati sebelumnya.

Lambat laun dunia melihat asal-usul Hari Perempuan Internasional hanya sebagai aspek historis dan kemudian lebih berfokus pada tujuan hari tersebut, yakni sebagai ajakan untuk memperbaiki kondisi perempuan di seluruh dunia. Perbaikan ini bukan saja mencakup kondisi di bidang ekonomi, tetapi juga di bidang pendidikan, budaya, dan politik, serta dalam kehidupan rumah tangga. Semua ini dinilai bukan hanya akan membawa kebaikan bagi perempuan, tetapi juga mendorong kemajuan umat manusia.

 

Kebebasan Perempuan dan Pengasuhan Anak

Clara miliki kepedulian bukan hanya terhadap kondisi pekerja perempuan, tetapi juga pada perempuan yang menjadi ibu serta pada masalah pengasuhan anak. Menurut Clara, seorang ibu harus memiliki kebebasan untuk bergerak di bidang ekonomi dan politik. Untuk itu, negara perlu menyediakan fasilitas-fasilitas pengasuhan anak berkualitas agar kedua orang tua dapat beraktivitas di luar rumah. Bagi Clara, mengurus rumah tangga dan mendidik anak merupakan tanggung jawab ibu dan bapak bersama-sama. Orang tua harus membesarkan anak laki-laki dan anak perempuan tanpa membeda-bedakan peran apa yang pantas dilakukan oleh keduanya. Pandangan Clara tersebut sangat maju untuk zamannya, dan ternyata, masih sangat relevan untuk masa kini.

 

Pemandangan di Clara Zetkin Park, Jerman

 

Clara berkontribusi besar dalam membangun pemikiran-pemikiran kritis terkait posisi perempuan dalam masyarakat. Juga karena kekritisannya terhadap kebijakan-kebijakan fasis Adolf Hitler, Clara diasingkan ke Moskow pada 1933. Moskow menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi ibu dua anak ini yang tutup usia pada 20 Juni 1933, dalam umur hampir 76 tahun.

Meski telah tiada, setiap 8 Maret, otomatis masyarakat mengenang sang ibu Hari Perempuan Internasional. Namanya selalu disebut-sebut oleh media massa yang mengisahkan tentang hari tersebut. Lebih dari itu, pemikiran Clara terus menjadi acuan bagi gerakan perempuan era-era selanjutnya.

 

Di Indonesia

Di Indonesia, ada masa panjang saat perayaan Hari Perempuan Internasional dihentikan. Pada masa Orde Lama, Hari Perempuan Internasional dirayakan setiap tahun dari tahun 1950-an hingga 1960-an. Ketika masa pemerintahan Orde Baru, hari ini tidak diperingati lagi karena keterkaitannya dengan paham sosialisme.

 

Persiapan aksi Hari Perempuan Internasional 2021 di Jakarta

 

Setelah Reformasi 1998, Hari Perempuan Internasional dengan bebas diperingati lagi di Indonesia. Berkiblat pada 8 Maret, sepanjang bulan Maret pun setiap tahunnya di Indonesia digelar berbagai kegiatan untuk menggugah pemerintah dan membangkitkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mengambil langkah guna memperbaiki kondisi hidup perempuan. Dalam tema global Hari Perempuan Internasional 2021 #choosetochallenge, peringatan hari perempuan yang dilanjutkan hingga satu bulan di Indonesia berfokus pada isu-isu seperti menuntut disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dan agar dihentikannya perkawinan anak, praktik yang didorong oleh masalah ekonomi.

 

Aksi menuntut disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan

 

Biasanya bulan Maret membuka rangkaian peringatan internasional lainnya terkait hak asasi manusia, antara lain, Hari Buruh Internasional 1 Mei, Hari Antikekerasan terhadap Perempuan 25 November, Hari AIDS Sedunia 1 Desember, dan ditutup dengan Hari Hak Asasi Manusia 10 Desember.

Tujuan memperingati rangkaian hari di atas adalah untuk mendorong komitmen pemerintah terhadap pemenuhan hak warganya serta mengajak masyarakat untuk terlibat dalam upaya perubahan-perubahan guna menegakkan kemanusiaan.

Updated April 2021

Sumber:

BBC (2021) ‘International Women's Day 2021: History, marches and celebrations.’ BBC.com. https://www.bbc.com/news/world-56169219 [Diakses 7 Maret 2021].

Gischa, Serafica (2020) ‘Clara Zetkin, Perempuan di Balik Hari Perempuan Internasional.’ Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/03/08/160000469/clara-zetkin-perempuan-di-balik-hari-perempuan-internasional?page=all [Diakses 7 Maret 2021].

Lewis, Ben (2014) ‘Clara Zetkin: Preached Principle, Promoted Unity.’ Weekly Worker http://weeklyworker.co.uk/worker/1007/clara-zetkin-preached-principle-promoted-unity/ [8 Maret 2021].

Lewis, Jone Johnson (2020) ‘A Brief History of International Women's Day.’ Thought co. com https://www.thoughtco.com/international-womens-day-3529400 [Diakses 7 Maret 2021].

The CWLU Herstory Website (1972) A History of International Women’s Day: We Want Bread and Roses Too. https://www.uic.edu/orgs/cwluherstory/CWLUArchive/interwomen.html [Diakses 5 Maret 2015].                                                                                                                                        

World Economic Forum (2021) Women on the frontline are being left out of COVID-19 response plans, poll finds. https://www.weforum.org/agenda/2021/02/gender-equality-covid-19-pandemic-women-rights/ [Diakses 14 Maret 2021].

Wurzburger, Andrea (2021) ‘Women's History Month: How It Started, Why We Celebrate in March and More Questions Answered.’ PEOPLE.com. https://people.com/human-interest/womens-history-month-facts-explainer/ [Diakses 11 Maret 2021].

 

Sumber Gambar:

Gambar utama: bbc.com

Gambar 1: Google.com

Gambar 2: Wikipedia

Gambar 3: Pinterest

Gambar 4: Commons Wikimedia.org

Gambar 5, 6: katadata.co.id