Akankah Generasi Kita Dibawa Mundur?

Akankah Generasi Kita Dibawa Mundur?
Akankah generasi kita dibawa mundur???

Beberapa hari ini di berandaku wira-wiri berita mengenai salah satu sosialita di negeri ini yang tidak bisa ngupas salak kek, tidak bisa ngupas mangga kek, plus tidak bisa ini itu.

Byuuh saya sich sebenarnya hanya geleng-geleng kepala saja dan tentu  tidak berkepentingan dengan segala berita yang menurut saya konyol. Cuma kok ya entah ini naluri saya sebagai perempuan atau karena sikap saya memang julid (insyaa allah, kalau ini tidak, semoga).

Tega-teganya berita konyol seperti itu yang menurut pendapat saya seperti di-blow up. Entah itu untuk kepentingan apa?

Bisa dibayangkan berita tersebut dikonsumsi oleh perempuan-perempuan Indonesia, duuch miriiis. Dan apa yang terjadi jika kemudian mereka meneladani seleb tajir tujuh turunan tersebut.

Ada sedikit pertanyaan dalam hati, sudahkah mereka, orang di belakang layar pemblow up berita konyol tersebut memikirkan akibatnya.

Di negara kita tercinta ini yang notabene masih dikategorikan sebagai negara berkembang, di mana perempuan masih banyak sekali yang belum melek tentang fungsi dan peranan dalam rumah tangga, kenapa dijejali berita konyol tersebut.

Tidak semua perempuan tentu se-"beruntung" eneng tajir tujuh turunan tersebut. Maka tidak heran jika saat ini saya menyaksikan sendiri  generasi sekarang ada yang tidak bisa nyapu atau pun menyetrka bahkan hanya sekedar masak air saja. Tentu saja semua hal yang dianggap remeh temeh dalam rumah tangga tersebut terus kita yang sendiri yang melakukannya. Bukan itu maksud saya ,boleh saja mengambil asisten rumah tangga/art.Tapi apa salahnya jika anak kita mahir mengerjakan semua tugas rumah.Dari sejak dulu betapa mereka pejuang perempuan keluar, tidak hanya berkarir disekitaran dapur sumur kasur ,lha ini malah dicekoki seolah-olah perannya cuma di kasur saja.

Sebagai mitra dalam rumah tangga, sepertinya kurang elok juga kalau tidak paham fungsi dan peranannya.

Maka mungkin ini juga yang melandasi pemikiran sebagian generasi perempuan kita dengan mengambil sikap pragmatis dengan jalan yang tidak sesuai. Mereka akhirnya terjun ke dunia prostitusi,padahal dengan segala potensi yang dimiliki mereka sebenarnya mampu.

Setajir-tajirnya perempuan tentu juga akan mempunyai nilai plus jika mereka mahir atau setidaknya mampu mengerjakan semua itu.

Semoga kita perempuan, cerdas menyikapi berita konyol tersebut.