Belajar Tentang Kehidupan dari Guru Aini

Selamat membaca.

Belajar Tentang Kehidupan dari Guru Aini

Andrea Hirata. Salah satu penulis yang sejauh ini sudah berhasil mengubah sudut pandang saya terhadap dunia. Karya beliau yang pertama kali saya ketahui yaitu Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Memang, saat itu saya tidak membaca karya buku beliau secara langsung, tetapi saya melihat karyanya dari film Laskar Pelangi yang disutradarai oleh Riri Riza. Dari situlah saya tertarik untuk mencari tahu lebih banyak tentang karya beliau.

Beberapa hari yang lalu saya baru saja menamatkan buku novel beliau yang berjudul “Guru Aini”. Buku yang membuat otak saya seakan-akan menguap, bukan karena isinya susah dipahami, melainkan isinya yang sangat “berisi” dan membuat saya takjub.

Desi Istiqomah. Seorang siswa yang sejak kelas tiga SD sudah mulai mencintai matematika karena kekagumannya kepada guru Marlis. Karena kecintaannya kepada matematika ia pun bercita-cita menjadi guru matematika. Lambat laun, waktu membawanya kepada cita-cita yang sudah ia tanamkan sejak lama.

Desi mengikuti program pemerintah yang mana ketika lulus dari perguruan tinggi, mahasiswa yang ikut dalam program tersebut harus siap ditempatkan di mana saja untuk mengajar matematika. Saat pembagian tempat di mana para lulusan harus mengajar, Desi ditempatkan di suatu daerah pedalaman di Sumatera. Tempat itu berada di suatu pulau yang sangat jauh dari tempat tinggalnya. Waktu yang ditempuh Desi untuk sampai ke tempat mengajarnya itu kurang lebih satu minggu.

Sesampainya di tempat itu, Desi disambut dengan baik oleh masyarakat sekitar. Buktinya, baru saja melangkahkan kaki ditempat rantaunya ia sudah dipanggil “Bu Guru” oleh orang-orang yang melihatnya, padahal saat itu Desi sama sekali belum mengajar di kelas. Melihat antusias masyarakat yang seperti itu, semakin kuatlah motivasi Guru Desi untuk mengajar matematika.

Dalam proses mengajar di sekolahnya, Guru Desi sempat kewalahan karena tingkat kemampuan matematika para murid di daerah tersebut bisa dibilang rendah, bahkan sangat. Tetapi hal itu tidak membuat Guru Desi menyerah, justru semakin termotivasi semangatnya. Saat itu Guru Desi bertekad untuk mencari atau membentuk seorang siswa yang benar-benar pandai juga cinta kepada matematika seperti dirinya.

Butuh waktu yang sangat lama bagi Guru Desi dalam mendapatkan siswa yang diidamkannya itu. Hal ini pun membuat karakternya menjadi guru matematika killer bagi semua siswa yang ada di sekolahnya. Sebenarnya Guru Desi sempat menemukan siswa yang dicarinya itu, tetapi siswa tersebut mengkhianatinya karena ideologi siswa itu yang cenderung konservatif. Semakin killer-lah Guru Desi.

Setelah bertahun-tahun dalam penantian, akhirnya ada seorang siswa yang mengajukan diri untuk dibentuk oleh Guru Desi agar pandai matematika. Namun, Guru Desi sempat menolaknya karena sudah mengetahui reputasi siswa tersebut yang sangat bobrok. Awalnya Guru Desi tidak mau karena meragukan kemampuannya, namun dengan melihat motivasi dan kegigihannya dalam belajar matematika, Guru Desi pun bersedia untuk mengajar dan membentuknya.

Siswa itu bernama Aini, seorang anak yang selalu mendapat nilai merah pada pelajaran matematika di rapornya. Aini ingin belajar dan pandai matematika karena setelah lulus sekolah ia ingin melanjutkan perguruan tinggi dengan jurusan kedokteran. Aini bercita-cita menjadi dokter karena ingin mengobati penyakit ayahnya yang sulit untuk disembuhkan.

Guru Desi, sudah mengalami segala rintangan dalam proses mengajar Aini. Marah, frustasi, stres, darah tinggi, sudah ia rasakan selama mengajar anak yang bercita-cita menjadi dokter itu. Segala cara sudah dicoba dalam proses mengajar Aini, namun tak satu pun ada yang berhasil menempel di kepala Aini.

Aini, rela menghadapi hujan dan badai demi bisa belajar secara khusus dengan Guru Desi. Omelan, teriakkan, kemarahan dari Guru Desi ia terima secara lapang dada. Kemauannya sangat tinggi dalam belajar matematika. Namun sayangnya, kemauannya yang tinggi tidak berbanding lurus dengan kemampuan matematikanya.

Setelah berminggu-minggu belajar dan tidak satu pun ada yang menempel di kepala Aini, akhirnya ada satu cara yang membuat Aini paham matematika, yaitu dengan rumus kalkulus. Ya, hanya dengan satu rumus Aini dapat memahami rumus-rumus lainnya dalam matematika. Semenjak itu citra nama Aini mulai membaik di mata Guru Desi, di sekolah, dan masyarkat setempat.

Aini mulai dikenal atas kepintarannya tentang matematika hingga ia lulus sekolah dan mendaftar ke perguruan tinggi jurusan kedokteran. Namun, tekad Aini terhenti karena ia tidak mampu membayar biaya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Aini gagal dalam mencapai cita-citanya dan secara otomatis keinginan ia untuk mengobati penyakit ayahnya ikut gagal pula.

Namun, hal itu tidak mamatahkan keinginan dan tekad Aini dalam hidup, ia tetap menjalani kehidupannya walaupun ia mengalami masa sulit. Aini tetap bisa hidup dengan membantu ibunya berjualan di pasar dan bekerja seperti anak lainnya yang baru saja lulus sekolah.

Dalam novel ini, memang Guru Desi yang berperan sebagai guru, ia mengajar para siswa di sekolahnya hingga ia berhasil menciptakan siswa pandai yang bernama Aini. Tetapi secara tersirat, menurut saya justru Aini lah yang menjadi guru bagi para pembaca novel ini, mungkin itu alasan kenapa Andera Hirata menjadikan frasa “Guru Aini” sebagai judul novel ini.

Aini mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, semua hal bisa kita capai asal ada kemauan dan tekad yang kuat. Aini memberitahu kita bahwa setiap hal yang ingin kita capai harus ada pengorbanannya, tidak bisa dicapai secara cuma-cuma. Aini memberi contoh kepada kita bahwa untuk mencapai keinginan kita harus rela mengalami rasa sakit yang tak terkira, kita harus siap menghadapi konsekuensi atas segala hal yang ingin kita capai. Aini menunjukkan kepada kita bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, belajar ikhlas saat mengalami kegagalan.

Berusaha tanpa memikirkan hasil akhir, mungkin itulah yang membuat Aini bisa berjuang sekuat dan sejauh itu. Meski hasil akhirnya ia gagal untuk mencapai keinginannya, tetapi ia ikhlas dan tetap menjalani hidupnya.

Untuk melihat dan merasakan bagaimana perjuangan Aini, silakan membaca novelnya secara langung. Anda akan lebih banyak merasakan hal-hal yang sangat luar biasa dan mungkin akan menemukan hal-hal baru yang membuat anda takjub.

Selamat membaca.