Belajar Komunikasi Efektif dari Budaya Indonesia

Kekayaan budaya bangsa adalah sumber utama kita belajar komunikasi efektif

Belajar Komunikasi Efektif dari Budaya Indonesia

Belajar Komunikasi Efektif dari Budaya Indonesia

Sumber: https://tukangsapu.web.id/tipstrik/membangun-komunikasi-yang-efektif.html

 

Komunikasi efektif solusi masalah kehidupan

Semua manusia punya masalah. Masalah tidak mengenal batas usia, jabatan, jenis kelamin, suku, ras, dan profesi. Ada masalah yang dianggap besar, sedang, dan remeh-temeh. Ada orang yang lari dari masalah dan ada orang yang menghadapi masalah dengan pikiran terbuka dan jiwa yang tenang. Orang bijak dan psikolog sering memberikan wejangan, “bukan masalahnya yang menjadi persoalan utama, akan tetapi mental orang yang menghadapi masalah itu yang menjadi pusat perhatian”.

Masalah sederhana bisa menjadi masalah besar di tangan orang yang bermental kecil, sementara masalah besar bisa menjadi masalah ringan apabila dihadapi orang yang berjiwa besar. Kesehatan mental adalah kunci dan indikator kesehatan mental adalah memiliki komunikasi yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara kecerdasan emosi/mental dengan kemampuan berkomunikasi secara efektif.

Komunikasi efektif akan melahirkan harmoni, sementara miskomunikasi akan menyebabkan disharmoni. Dalam hubungan rumah tangga misalnya, dikutip dari salah satu portal berita TV, hasil polling kepada 100 pakar di bidang kesehatan mental menjelaskan bahwa salah satu penyebab terbesar (65 %) perceraian adalah faktor komunikasi. Lebih lanjut dijelaskan, bahwa degradasi komunikasi disebabkan kurangnya apresiasi istri terhadap usaha suami, sementara pihak istri menganggap suami mereka sering tidak mendengar saran dan perasaan mereka. Substansi masalahnya tetap yaitu komunikasi yang tidak efektif.

Komunikasi efektif; belajar dari kearifan lokal

Dalam ilmu komunikasi dijelaskan, ada lima unsur yang membentuk komunikasi, yaitu komunikator, komunikan, pesan, media, dan efek. Pakar ilmu komunikasi juga menjelaskan bahwa komunikasi efektif adalah apabila pesan yang disampaikan komunikator kepada komunikan terjalin kesefahaman dan bebas hambatan. Kesefahaman tersebut melahirkan umpan balik dan efek positif dengan perubahan kognitif, afektif, dan perilaku. Bebas hambatan komunikasi seperti gangguan (mekanik/semantik), kepentingan, motivasi terpendam, prasangka, dan hambatan ekologis.

Unsur komunikasi ditinjau dari kekayaan budaya lokal adalah:

  1. Komunikator. Seorang komunikator harus menjadi pribadi yang menarik dan teladan. Tujuan komunikator adalah mempengaruhi komunikan agar terjalin kesefahaman. Peribahasa bangsa kita mengajarkan, “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Banyaknya miskomunikasi hari ini dalam segala sektor kehidupan bangsa adalah minimnya tokoh yang bisa diajukan menjadi teladan. Komunikasi efektif apabila penyampai pesan memiliki kredibilitas.
  2. Komunikan. Menghadapi komunikan, kita dapat belajar dari falsafah Suku Minangkabau. Dalam falsafah bahasa suku Minangkabau ada istilah Kato Nan Ampek, artinya bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi harus disesuaikan dengan komunikan yang dihadapi. Kato Nan Ampek itu adalah kato Mandaki, Kato Mandata, Kato Manurun dan Kato Malereang. Kato Mandaki adalah bahasa yang diucapkan ketika menghadapi orang besar, baik usia maupun kedudukannya. Kato Mandata adalah bahasa yang diucapkan ketika berhadapan dengan orang yang setara, baik dari segi umur maupun status sosial. Kato Manurun adalah bahasa sopan santun yang digunakan orang besar, baik dari segi usia atau status sosial, kepada orang yang dibawahnya. Kato Malereang adalah bahasa yang digunakan orang bijak dalam memberikan kiasan-kiasan kepada orang yang dididiknya. Kesalahan komunikasi kita hari ini adalah ketidakmampuan membedakan komunikan yang dihadapi. Misalnya dalam hal memberikan kritik. Kritik perlu dilakukan asalkan kritik yang konstruktif. Kritik terhadap orang besar bagus asalkan disampaikan dengan bahasa yang sopan dan argumen yang kuat. Banyak orang tidak bisa membedakan antara kritik dan caci-maki atau ujaran kebencian. Komunikasi efektif adalah komunikasi yang menyesuaikan dengan keadaan komunikan, baik bahasa maupun teknik penyampaiannya. Caci-maki dan ujaran kebencian tidak akan efektif dalam komunikasi, justru hal tersebut akan menambah daftar panjang konflik kemasyarakatan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
  3. Pesan. Pesan dalam komunikasi ada dua, yaitu verbal dan non-verbal. Peribahasa populer budaya kita tentang komunikasi verbal adalah “mulutmu harimaumu”, sedangkan peribahasa tentang komunikasi non-verbal adalah “pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna”. Kedua peribahasa itu mengajarkan pesan dalam komunikasi harus jelas, objektif, dan selektif. Hidup di era digital sekarang, jari harus selektif memencet tombol telepon genggam, sebab rusaknya komunikasi kita hari ini disebabkan jari yang berkomunikasi dalam menyebarkan informasi-informasi hoaks. Situasi ini diperparah dengan lemahnya literasi bangsa kita, sehingga banyak terjadi konflik horizontal disebabkan jari-jari nakal dalam berkomunikasi.
  4. Media. Salah satu contoh kebudayaan kita dalam hal media komunikasi adalah wayang. Wayang adalah media komunikasi yang berisi pesan-pesan edukatif terhadap penonton. Substansinya adalah kreatifitas dalam mengadakan media supaya pesan dapat tercapai dengan baik. kalau dahulu nenek moyang kita memanfaatkan wayang, hari ini sudah banyak media yang bisa digunakan, utamanya media sosial.
  5. Efek. Efek dalam komunikasi adalah umpan balik dan memberikan efek positif terhadap komunikan. Bapak Pendidikan Bangsa Ki Hajar Dewantara, sudah memberikan konsep perubahan cipta, rasa, dan karsa. Konsep Ki Hajar Dewantara memang berbicara dalam konteks pendidikan, akan tetapi pendidikan hakikatnya adalah komunikasi multi arah. Komunikasi yang efektif melahirkan efek perubahan cipta (kognitif), rasa (afektif), dan karsa (perilaku).

Kesimpulan

Uraian di atas dapat ditarik beberapa poin utama:

  1. Komunikasi efektif adalah indikator kesehatan mental.
  2. Komunikasi efektif adalah salah satu solusi utama menangani permasalahan.
  3. Budaya lokal bangsa Indonesia mengajarkan banyak hal tentang pentingnya komunikasi efektif. Hal ini bisa dilihat dari istilah-istilah bahasa daerah, peribahasa-peribahasa, dan media penyampai pesan yang digunakan.

 

 

Daftar Pustaka

Awengki. 2017. Bentuk-Bentuk Nilai Impelementasi Kato Nan Ampek dalam Pasukuan Caniago di Jorong Tangkit Nagari Ampang Kuranji Kabupaten Dharmasraya, Skripsi. Padang: STKIP PGRI Sumatera Barat.

Budi, Rayudaswati. 2010. Pengantar Ilmu Komunikasi. Makassar, kretakupa Print.

Effendy, Uchjana, Onong. 2002. Dinamika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3644568/mengapa-ada-orang-yang-selalu-lari-dari-masalah-ini-kata-psikolog

https://lifestyle.kompas.com/read/2013/12/19/1225333/Komunikasi.Masih.Menjadi.Pencetus.Utama.Perceraian