Bayi Bernama Tuing!

Bayi Hijau Berbeda tapi Bukan Hulk

Bayi Bernama Tuing!

Ini bayi pertama saya. Lahir tahun 2018 lewat bidan bernama Najmu. Sebelumnya saya juga punya bayi, tapi dibuat beramai-ramai. Hasilnya, bayi yang lahir tahun 2017 itu punya empat orang tua. Kami namakan dia: Tunas Cinta. Memang seperti tunas kelapa, lambang Pramuka, karena kami semua memang Pramuka. Dulu, waktu muda.

Saya pikir, apa bisa melahirkan bayi sendirian? Setelah melihat perkembangan Tunas Cinta, ternyata banyak teman-teman yang suka. Banyak versi saya tentu sedikit versi dia, si orang tua berpangkat Mayor.

Ada teman saya yang mencubitnya gemas, ada yang uwel-uwel kepalanya, dan perilaku lainnya yang membuat hawa positif. Akhirnya setahun kemudian, saya beranikan diri melahirkan bayi baru. Sendirian.

Tapi saya mau yang berbeda, supaya dia terlahir tidak seperti bayi kebanyakan. Anak ini terlahir kidal. Sementara anak-anak lainnya normal-normal saja.

Dia pun setelah lahir selalu menggandeng saudara-saudaranya. Bukan kembar. Tapi namanya mirip-mirip. Hanya beda bentuk saja.

Reaksi teman-teman saya juga positif untuk bayi yang saya namakan Tuing ini. Dan lucunya, sampai sekarang masih ada yang heran, kenapa dia kidal? Kok gak kayak kebanyakan? Apalagi dia selalu gandeng saudara-saudaranya?

Sengaja. Begitu saya jelaskan tiap ada yang bertanya. Bayi saya ini memang berbeda. Dia kidal, itu pembeda utamanya. Dan pula mini. Ukurannya cukup segenggaman orang dewasa saja. Kulitnya hijau membawa kesegaran. Sesuai dengan isi kepalanya yang membawa kesegaran cerita.

Saya gak bilang dia bayi terbaik. Karena anak-anak Mayor itu sangat banyak yang lebih baik. Apalagi yang sudah dewasa.

Tapi saya berani katakan bahwa bayi ini berani tampil beda. Kalau ada yang tidak suka, terima saja. Tapi usahakan ada yang suka, walau seorang saja. Itu sudah cukup bagi saya sebagai orang tuanya.

Isi kepalanya adalah masa lalu. Latar 1993 sampai 2006. Sebuah perjalanan waktu, karya, dan cinta. Dia juga seorang yang cukup jenaka, walau tidak akan membuatmu terbahak-bahak. Tapi sudah cukup untuk membuat garis lengkungan di bibir.

Tuing sudah berusia dua tahun. Adik-adiknya yang lahir kemudian, bersama banyak orang tua, sudah tidak ada di dunia. Tapi saya berencana membuat bayi baru lagi. Tahun ini. Sendirian. Namanya sudah saya siapkan: CBLK. Masih embrio. Nanti saya kabari kalau dia lahir.

Sementara ini, silakan berkenalan dulu dengan Tuing. Bayi yang bagi saya pentuing. Tidak ada hubungannya dengan Ayu Tuing Tuing. Tapi lumayan bikin relaks di saat gentuing.

Jangan berekspektasi ketuinggian. Nanti jadi ketuinggalan.

On this month of May,
Have a fantastuing day!

Jangan langsung klik ini ya
http://bit.ly/mauTUING