BASE: Ruang Diskusi untuk Perangi Miskomunikasi Ala Milenial Masa Kini

Miskomunikasi awal mula kehancuran sebuah Negri, karena itu bijaklah dalam menyikapi sebuah informasi.

BASE: Ruang Diskusi untuk Perangi Miskomunikasi Ala Milenial Masa Kini

BASE: Ruang Diskusi untuk Perangi Miskomunikasi Ala Milenial Masa Kini

Kehidupan manusia saat ini telah memasuki era yang dimana hampir seluruh bidang dalam tatanan kehidupan sudah dibantu dengan teknologi digital atau yang biasa disebut era digital. Salah satu contohnya adalah adanya penggunaan internet. Dengan jumlah pengguna sebanyak 4,5 milyar di seluruh dunia atau sebesar lebih dari 60% penduduk dunia (teknoia.com) terasa mustahil jika kita sebagai masyarakat modern ada yang tidak mengetahui apa itu internet bahkan sepertinya saat ini kita sudah menjadi pecandu internet, hingga tak heran jika saat ini internet menyandang gelar the most needed thing in live.

Eitss, gelar tersebut tidak diberikan tanpa alasan loh! Internet begitu penting bagi kehidupan manusia modern karena memiliki peran sebagai supermedium for communicating atau sebagai media komunikasi antar manusia di seluruh dunia melalui jaringan komunikasi elektronik, terlebih lagi semenjak adanya pandemi global Covid-19 peran internet terasa makin nyata dalam kehidupan masyarakat karena mampu menepis jarak antar manusia dengan menghubungkan orang-orang untuk berkomunikasi dengan lancar meskipun tanpa ada tatap muka melalui media sosial seperti whatsapp, twitter, instagram, facebook, google meet, dan lainnya.

Komunikasi memang sangat penting bagi kehidupan manusia dan setiap aktivitas kehidupan mengandung unsur komunikasi. Defenisi komunikasi menurut Riswandi (2013: 1-2) adalah suatu proses di mana seseorang menyampaikan stimulus melalui kata-kata dengan tujuan mengubah perspektif orang lain.  Maka dari itu, komunikasi antar manusia harus terus berjalan dengan baik karena melalui komunikasi manusia dapat mengetahui peluang yang ada untuk dimanfaatkan, dipelihara dan menghindar pada hal-hal yang mengancam alam sekitarnya, mengetahui suatu kejadian atau peristiwa, bahkan menambah pengetahuan melalui informasi yang didapat dari lingkungan sekitarnya.

Meninjau dari kedua hal tersebut tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan masyarakat pada masa pandemi bergantung pada internet sebagai media komunikasi. Misalnya sebagai penghubung antara siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar secara online, rapat secara online, bisnis online, belanja online dan seminar online. Fenomena ini terjadi karena masyarakat harus membatasi kontak langsung antar manusia untuk mencegah penularan virus. Coba bayangkan jika di tengah pandemi ini jaringan internet di seluruh dunia terputus selama 30 hari, bagaimana jadinya? Tentunya roda kehidupan manusia seperti roda perekonomian, pendidikan, kesehatan akan kacau. Contoh nyata kejadian tersebut telah dirasakan oleh anak-anak suku Talang Mamak yang tidak dapat melakukan kegiatan belajar mengajar dengan lancar karena di daerahnya tidak terhubung dengan listrik dan internet, sedangkan saat pandemi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melarang adanya pembelajaran tatap muka sebagai upaya pencegahan penyebaran virus dan menerapkan pembelajaran secara daring (dalam jaringan) menggunakan gadget atau perangkat elektronik lainnya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa saat ini internet khususnya media sosial menduduki peringkat satu media komunikasi paling diandalkan masyarakat, khususnya di Indonesia. Pernyataan tersebut didukung oleh besarnya jumlah pengguna dan kondisi jaringan internet yang baik dilihat data laporan dari APJII bahwa pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,7 juta orang sepanjang 2019 hingga kuartal II-2020. Angka tersebut setara dengan 73,7% dari total penduduk Indonesia sebanyak 266,91 juta jiwa dan data digital acces yang dikeluarkan International Telecommunication Union (ITU) tahun 2002 bahwa Indonesia masuk dalam kateegori medium acces dengan skor 0,34ˡˡ. Kemampuan medium internet dalam memfasilitasi aktivitas berkomunikasi yang sudah sangat tinggi seharusnya dimanfaatkan semaksimal mungkin agar menjadi solusi untuk mengatasi berbagai masalah miskomunikasi khususnya dalam bidang sosial politik yang kerap terjadi di Indonesia, namun kenyataanya Indonesia belum memaksimalkan kemampuannya untuk mengatasi masalah komunikasi sosial politik dibuktikan adanya peristiwa demo mahasiswa pada 19 September 2019 akibat kontroversial RUU KUHP. Kejadian tersebut mencerminkan bahwa pemerintah belum menjalin komunikasi dan transparansi yang baik dengan rakyat sehingga menimbulkan miskomunikasi hingga akhirnya memicu aksi masa. Kurangnya komunikasi pemerintah kepada masyarakat juga dibuktikan dengan keraguan masyarakat kepada pemerintah mengenai keamanan vaksin Covid-19 terlebih lagi banyak berita hoax tentang vaksin seperti tersebarnya berita bahwa vaksinasi corona mengakibatkan efek samping, mengandung microchip, dan keraguan keampuhan vaksin yang tersebar luas di instagram dan twitter menimbulkan keresahan khalayak.

Pada dasarnya masyarakat memang dituntut harus selektif dan pintar dalam menerima informasi agar tidak termakan berita hoax, namun alangkah baiknya jika pemerintah turut serta dalam menangkal berita hoax dengan cara menyediakan media informasi yang valid kepada masyarakat. Maka dari itu, penulis memiliki sumbangsih ide berupa gagasan dengan memanfaatkan  media sosial internet berbasis ruang sosial politik untuk sosialisasi komunikasi program-program pemerintah yang bersifat bukan kepada masyarakat melalui fitur “base” yang terdapat pada media sosial twitter. Penulis memilih twitter karena di Indonesia media sosial ini memiliki jumlah pengguna yang besar yaitu 19,5 juta pengguna sekaligus merupakan media sosial paling banyak digunakan setelah  facebook, selain itu sasaran penulis adalah millenial karena dalam hal sosial politik milenial dianggap paling sering speak up, hal ini dibuktikan saat adanya isu RUU KUHP unjuk rasa diadakan oleh mahasiswa. Lantas, apakah “base” yang dimaksud dalam gagasan ini?

Pada umumnya base dibangun (admin) oleh sekelompok pengguna twitter dengan tujuan membahas atau mendiskusikan berbagai permasalahan dengan tema yang sama, mulai masalah makanan, fashion, perawatan kulit, percintaan, hingga perkuliahan. Namun pada gagasan ini base akan dibangun oleh pemerintah, sedangkan konsep sistem base-nya adalah sebagai berikut:

Pertama, base digunakan untuk menginformasikan program-program pemerintah secara rinci dan jelas beserta bukti yang ada. Misalnya, admin menjelaskan mengenai alasan mengapa RUU KUHP dibentuk dan memberikan file lengkap RUU KUHP agar masyarakat dapat mudah membacanya. Lalu masyarakat dapat memberikan tanggapan dan saling membalas tanggapan melalui kolom komentar. Dengan demikian, rakyat tidak akan lagi termakan berita hoax.

Kedua, untuk membahas masalah isu sosial-politik yang sedang terjadi. Tugas admin adalah men-tweet sebuah pertanyaan seperti “Bagaimana tanggapan kalian mengenai RUU KUHP?” lalu masyarakat dapat menjawab dan saling membalas jawaban di kolom komentar. Dengan ini rakyat memiliki wadah untuk menyatakan aspirasinya.

 Ketiga, untuk melakukan survey berupa polling yang sudah disediakan pihak twitter. Dengan memanfaatkan fitur ini pemerintah dapat lebih mudah melakukan survey dan rakyat dapat menyuarakan pilihannya. 

Dengan pengoptimalan penggunaan internet melalui media sosial twitter tersebut maka dapat menjadi jembatan komunikasi dan transparansi yang efektif antara pemerintah dan rakyat sehingga mampu meminimalisir miskomunikasi, memberantas berita isu-isu hoax yang tersebar luas di media, serta membuat rakyat dapat dengan bebas menyuarakan pendapatnya sesuai bunyi sila ke-4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. Jika gagasan ini terealisasikan maka akan meminimalisir kesalahpahaman terhadap suatu wacana atau kebijakan yang digulirkan oleh pemerintah. Selain itu, melalui pengoptimalan media sosial twitter dengan memanfaatkan fitur base juga merupakan bentuk transparansi rencana dan program yang akan dilaksaakan oleh pemerintah.

 

DAFTAR PUSTAKA:

Pangestu, Wahyu, 2020. Pengaruh Teknologi Komunikasi Terhadap Manusia. https://suaracirebon.com/2020/11/pengaruh-teknologi-komunikasi-terhadap-manusia/. Diakses pada 6 Januari Pukul 14;00 WIB.

 

Rustam, Muhammad, 2017. Internet dan Penggunaanya (Survey di Kalangan Masyarakat Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan). Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol.21 No.1 (Januari-Juni 2017) Hal:13-24.

 

Tanjung, Idon, 2020. Tak Ada Listrik dan Internet Ini Kisah Anak-Anak Suku Talang Mamak Belajar Saat Pandemi. https://regional.kompas.com/read/2020/11/09/12042451/tak-ada-listrik-dan-internet-ini-kisah-anak-anak-suku-talang-mamak-belajar?page=all. Diakses pada 6  Januari Pukul 19:00 WIB.

 

Trafena, Vebi, dkk, 2016. Manfaat Internet sebagai Media Komunikasi Bagi Remaja di Desa Air Mangga Kecamatan Laiwui Kabupaten Halmahera Selatan. E-journal “Acta Diurna” Volume V. No.1.Tahun 2016