Aden Khlqns "TEROR CINTA".

Novel ini mengandung isi kritikan terhadap ketidakadilan, pembelaan terhadap penindasan, pembelaan terhadap pribumi, otoritarianisme yang berakhir dengan pemberontakan yang disajikan dengan dialog-dialog dan bahasa-bahasa sederhana yang mudah dipahami.

Aden Khlqns
Open PO Buku Aden Khlqns "Teror Cinta".

"Salah Satu" quote dari John F. Kennedy yang membuatku semakin bergairah dalam menulis:

"Jika P O L I T I K itu kotor, maka S A S T R A yang akan membersihkannya. Jika P O L I T I K itu bengkok, maka S A S T R A yang akan meluruskannya".

--------------

 

Sinopsis Buku :

Seorang sopir truk bernama Muhsin yang rela meninggalkan anak dan istrinya di kampung demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Di dalam perjalanannya, Muhsin dianggap sebagai maling ketika ia singgah istirahat disalah satu rumah kawan lamanya. Kepala Komplek yang otoriter menganggap kejadian itu dilakukan oleh Muhsin, sehingga ditengah perjalanannya, Muhsin dicegat oleh orang-orang dari golongan Pak Suherman sebagai Kepala Komplek, ia lalu ditangkap, tangannya diborgol, mulutnya ditutup dan diseret masuk kedalam mobil, kemudian dibawa ke salah satu Camp persembunyian, lalu ditembak kemudian dibuang ke tengah hutan. Ketika Mas Eko mengetahui kejadian kawan lamanya tertangkap dan berdarah-darah, ia bersama kelompoknya melakukan pemberontakan.

Novel ini mengandung isi kritikan terhadap ketidakadilan, pembelaan terhadap penindasan, pembelaan terhadap pribumi, otoritarianisme yang berakhir dengan pemberontakan yang disajikan dengan dialog-dialog dan bahasa-bahasa sederhana yang mudah dipahami.

Naskah ini juga mengandung sisi kebudayaan dengan menggunakan bahasa Jawa di beberapa dialognya, selain itu juga ada sisi romantisme, ketika Muhsin bertemu dengan Santi untuk pertama kalinya yang kemudian menjadi istrinya dan dianugerahi seorang putri.

Novel ini seolah-olah mengajak kita kembali pada masa Orde Baru (Orba) yang penuh dengan pembungkaman, penculikan, hingga penembakan.