00.31

00.31
Foto : Pinterest

 

"Ing, katakan padaku tentang rindu, tentang pertemuan, atau keduanya."

 

 

"Tak setiap pertemuan itu berarti menuntaskan rindu. Kadang justru sebaliknya membuat sesak dadamu. Menambah tinggi tumpukannya lalu satu-satu jatuh, runtuh menimpamu.

Tak setiap pertemuan itu berarti boleh membiarkan harapan terus berkembang. Tidak, kau berhak bahagia, tapi tidak dalam dunia mimpi yang harus dibayar dengan kecewa.

Tak pada setiap hal semesta sepakat, tapi tak lantas berkhianat. Diam-diam dibawanya kau pada sebuah kata, cukup. Menata ulang ruang-ruang luas dalam tubuh yang menjelma rumah bagi seseorang yang rela menghabiskan sisa waktunya bersamamu."

 

 

"Rumah?"

 

 

"Iya rumah. Tak selalu meriah seperti dalam pesta-pesta saat memasukinya. Adakalanya hanya senyuman dan pelukan yang hangatnya tak habis-habis kau rasa. Rumah itu, sebentuk ruang atau seseorang yang mengajarimu arti pulang."

 

 

"Jadi, Ing, pulang kemana kamu malam ini?"

 

 

"Dimana hatiku tinggal."